Sabtu, 05 Maret 2016

Kualitas Budaya Pendidikan Di Indonesia

Filled under:

Logo Pendidikan Indonesia
Indonesia sekarang menganut sistem pendidikan nasional yaitu kurikulum 2013 dan KTSP. Namun, sistem pendidikan nasional masih belum dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Sistem Pendidikan indonesia masih memiliki banyak masalah diantaranya adalah pemerataan pendidikan, biaya pendidikan, dan kualitas pendidikan.

Dalam hal pemerataan pendidikan, Indonesia masih jauh sekali dalam hal ini. Daerah-daerah terpencil sangat susah untuk mendapatan pendidikan yang layak. Hal ini dikarena faktor lingkungan sekitar, akses yang susah, dan ketersediaan tenaga pengajar yang sedikit. Angka buta huruf di indonesia masih tergolong tinggi, apalagi untuk daerah daerah terpencil.


Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan bagaimana pemerataan pendidikan di Indonesia. Mislanya dengan melakukan penyebaran tenaga pengajar ke berbagai daerah di Indonesia, hal ini akan sangat membantu untuk daerah-daerah terpencil agar mereka mengenyam pendidikan yang berkualitas.

Selain Pemerataan, hal lain yang dihadapai oleh pendidikan di indonesia adalah biaya pendidikan yang mahal. Angka kemiskinan di indonesia merupakan salah satu yang terbanyak di dunia. Maka dari itu banyak masyarakat Indonesia yang tidak mendapatkan pendidikan karena masalah biaya yang mahal.

Dalam hal ini pemerintah, telah melakukan Program Wajib Belajar. Hal ini merupakan program yang baik untuk meningkatkan kualitas di Indonesia. Namun pemerintah seharusnya menambah program lain yang dapat mendingkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Hal terakhir yang dihadapi oleh pendidikan bangsa indonesia adalah kualitas pendidikan yang rendah. Rendahnya kualitas pendidikan di indoensia disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Selain itu kualitas guru juga merupakan salah satu penyebabnya, jika guru tidak berkompeten dalam memberikan pengajaran maka bisa dipastikan bahwa kualitas siswa akan menurun.

Sebagai generasi penerus bangsa, kita sudah selakayaknya mengenyam pendidikan demi memajukan bangsa indonesia dan memajukan kualitas hidup kita. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, setiap orang dituntut untuk memiliki kemampuan dan kecerdasan untuk menjadi orang yang berkompeten dan memiliki kecerdasan.

Posted By Unknown12.33

Sekolahku SMKN 2 Bandar Lampung

Filled under:

Logo SMKN 2 Bandar Lampung
SMKN 2 Bandar Lampung adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri berlokasi di Propinsi Lampung Kabupaten Kota Bandar Lampung dengan alamat Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro. SMKN 2 Bandar Lampung memiliki 10 Jurusan yang terbagi kedalam 7 Bidang Utama Yaitu Teknik Bangunan, Teknik Survey dan Pemetaan, Teknik Otomotif, Teknologi Informasi Komunikasi, Teknik Elektronika, Teknik Mesin dan Teknik Ketenagalistrikan.

SMKN 2 Bandar Lampung berada di lokasi yang strategis dengan luas areal sekitar 3 hektar, saat ini terdiri dari 7 Bidang Keahlian dengan 10 program keahlian, terdiri dari 36 kelas. Dibimbing oleh 136 guru yang profesional dibidangnya dan 35 tenaga Tata Laksana.

SMKN 2 Memiliki Visi "Menjadi SMK Yang Unggul Dan Religus". Dengan visi tersebut SMKN 2 Bandar Lampung ingin menjadi sekolah yang unggul dalam segala bidang dengan berlandaskan keimanan dan ketakwaan. SMKN 2 Bandar Lampung ingin mencetak siswanya menjadi orang yang terampil dan siap menghadapi dunia industri maupun perkuliahan.

Halaman SMKN 2 Bandar Lampung

Dalam Bidang Ekstrakulikuler SMKN 2 Bandar Lampung memiliki kualitas yang cukup baik, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya Ekskul yang meraih prestasi secara akademik maupun non akademik.

SMKN 2 Bandar Lampung memiliki fasilitas yang lengkap, diantaranya adalah Ruang Kelas, Laboraturium, Aula, UKS, Mushola, Area Parkir, Kantin dan masih banyak lagi fasilitas yang tersedia di SMKN 2 Bandar Lampung.

Dalam upaya meningkatkan keterampilan siswa, SMKN 2 menjalin kerjasama dengan Dunia Usaha/Industri baik dalam program Praktek Kerja Industri maupun Uji Kompetensi. Saat ini sekolah sedang memagangkan beberapa peserta diklatnya di Astra Honda Motor Jakarta dan Tunas Dwipa Matra Lampung selama 1 tahun. Dalam hal Uji Kompetensi sekolah telah bekerja sama dengan ATMI Surakarta, dan lulusannya semua telah terserap di Industri, baik di Lampung maupun diluar Propinsi Lampung.

Prestasi SMKN 2 Bandar Lampung

Saya sendiri adalah siswa SMKN2 Bandar Lampung yang mengambil jurusan Teknik Komputer Jaringan. Menurut saya sendiri Teknik Komputer Jaringan adalah salah satu jurusan yang unggul di SMKN 2 Bandar Lampung maupun di Provinsi Lampung. Karena SMKN 2 Bandar Lampung merupakan sekolah percontohan dalam bidang Teknologi, hal ini dibuktikan dengan didirikannya Pusat Tower LAN, Ruang ICT, dan Bus Pelatihan bagi sekolah-sekolah lain.

Bersekolah di SMKN 2 Bandar Lampung merupakan kebanggaan buat saya, memang sekolah ini adalah sekolah impian saya sejak smp dan akhirnya saya dapat bersekolah disini.

Posted By Unknown11.46

Memajukan Dunia Pendidikan Dengan Pendidikan Karakter

Filled under: ,


Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap negara. Karena dengan pendidikan sebuah negara dapat mensejahterakan rakyatnya, baik dalah hal kualitas hidup, ekonomi, intelijen, dan militer. Melalui Pendidikan Karakter Kesejahteraan sebuah negara bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

Pendidikan Karakter adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaan potensi dan pembudayaan peserta didik guna membangun karakter pribadi dan/ atau kelompok yang unik baik sebagai warga negara.. Tujuan dilakukannya pendidikan karaketer adalah untuk membentuk kepribadian dan kemampuan dari individu untuk menjuju ke arah yang lebih baik.

Di Indonesia sendiri telah dilakukan perubahan kurikulum pembelajaran dari KTSP menjadi Kurikulum 2013 yang mengarahkan siswa agar mendapat pendidikan karakter. Kurikulum 2013 sendiri mempunyai 4 aspek penilaian, yaitu Pengetahuan, Keterampilan, Sosial, Spiritual.

Menurut Diknas mulai tahun ajaran 2011, seluruh pendidikan di Indonesia harus menyisipkan nilai-nilai pendidikan berkarakter kepada para siswa dalam proses pendidikannya. Ada 18 nilai-nilai pendidikan karakter, yaitu:

1. Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

2. Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.

4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

5. Kerja Keras
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.

8. Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.

9. Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

13. Bersahabat/Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

17. Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber: Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai-nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa, oleh Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, 2010

Dengan Adanya pendidikan karakter berarti kualitas hidup manusia akan lebih baik, dengan demikian pendidikan karakter adalah hal yang penting.

Posted By Unknown11.08

Belajar Lebih Mudah Dengan E-Learning

Filled under: ,


Jika dahulu kita hanya mengetahi pembelajaran melalui buku, koran, atau mendengarkan guru memberikan pelajaran di depan kelas. Bebeda halnya dengan berkembangnya internet, pembelajaran menggunakan internet sebenarnya adalah hal yang masih baru, apalagi di indonesia. Konsep Pembelajaran menggunakan internet atau media elekronik disebut dengan E-Learning.

E-Learning adalah konsep pemelajaran dengan memanfaatkan media internet atau media elektronik dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran dengan E-Learning bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, tidak harus ada guru atau seseorang yang memberikan informasi atau pembelajaran karena kita bisa mencarinya di internet.

Menurut Wikipedia E-Learning berarti "Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic learning disingkat E-learning) dapat didefinisikan sebagai sebuah bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan berupa website yang dapat diakses di mana saja[1]. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan."

Menurut Nursalam E-Learning memiliki karakteristik sebagai berikut :
  1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik.
  2. Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan komputer networks)
  3. Menggunakan bahan ajar yang bersifat mandiri (self learning materials) kemudian disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh doesen dan mahasiswa kapan saja dan dimana saja.
  4. Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.

Sedangkan Menurut Pranoto E-Learning memiliki manfaat sebagai berikut : 
  1. Penggunaan E-learning untuk menunjang pelaksanaan  proses belajar dapat meningkatkan daya serap mahasiswa atas materi yang diajarkan.
  2. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  3. Meningkatkan partisipasi aktif dari mahasiswa.
  4. Meningkatkan kemampuan belajar mandiri mahasiswa.
  5. Meningkatkan kualitas materi pendidik dan pelatihan.
  6. Meningkatkan kemampuan menampilkan informasi dengan perangkat teknologi informasi, dimana dengan perangkat biasa sulit dilakukan.

Dengan segudang manfaat yang bisa kita dapat dari E-Learning, E-Learning juga memiliki kekurangan. Menurut Nursalam E-Learning memiliki kekurangan sebagai berikut :
  1. Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.
  2. Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya membuat tumbuhnya aspek bisnis/komersial.
  3. Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan. 
  4. Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (information, communication, dan technology).
  5. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet ( mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon, ataupun komputer).
  6. Kurangnya sumber daya manusia yang menguasai internet.
  7. Kurangnya penguasaan bahasa komputer.
  8. Akses pada komputer yang memadai dapat menjadi masalah tersendiri bagi peserta didik. 
  9. Peserta didik bisa frustasi jika mereka tidak bisa mengakses grafik, gambar, dan video karena peralatan yang tidak memadai.
  10. Tersedianya infrastruktur yang bisa dipenuhi.
  11. Informasi dapat bervariasi dalam kualitas dan akurasi sehingga penduan dan fitur pertanyaan diperlukan.
  12. Peserta didik dapat merasa terisolasi.
Belajar dengan E-Learning tentunya memiliki kelebihan dan kekurangnan tersendiri. Dengan konsep belajar yang mudah seperti E-Learning, penulis berharap bahwa kita sebagai siswa janganlah sampai bergantung dengan kemudahan tersebut.

Posted By Unknown10.28